Density-Based Clustering (DBSCAN) & Outlier Detection Dasar
Keterbatasan K-Means pada data non-sferis, parameter eps dan MinPts, titik core/border/noise, pemilihan eps dengan k-distance, serta deteksi outlier dengan z-score dan LOF.
- 01Pilihan ganda
Mengapa K-Means gagal mengelompokkan data berbentuk dua bulan sabit (make_moons)?
- 02Pilihan ganda
Sebuah titik bukan core, tetapi berada di dalam ε-neighborhood sebuah titik core. Titik tersebut disebut …
- 03Pilihan ganda
Parameter DBSCAN yang perlu ditentukan pengguna adalah …
- 04Pilihan ganda
Pada k-distance plot, nilai eps yang baik dipilih di …
- 05Pilihan ganda
Mengapa fitur harus distandarisasi sebelum DBSCAN?
- 06Pilihan ganda
Nilai LOF sebuah titik = 2.8. Interpretasinya …
- 07Pilihan ganda
Kelemahan utama DBSCAN adalah …
- 08Hitung
Data 1D:
1, 2, 3, 8, 9, 10, 25, eps = 1.5, MinPts = 3 (termasuk titik itu sendiri). Berapa jumlah titik core? - 09Hitung
Data yang sama (
1, 2, 3, 8, 9, 10, 25), tetapi eps = 1.5 dan MinPts = 2. Berapa jumlah titik noise? - 10Hitung
Rata-rata nilai transaksi seorang nasabah μ = Rp 200rb, σ = Rp 50rb. Berapa z-score transaksi Rp 420rb?
- 11Hitung
Titik
P=(0,0)dengan eps = 2. Dari titikA=(1,1),B=(2,1),C=(0,2),D=(3,0), berapa banyak yang termasuk ε-neighborhood P (tidak termasuk P)? - 12Uraian
Studi kasus. Perusahaan ojek online punya jutaan titik GPS penjemputan. Mereka ingin menemukan hotspot penjemputan tanpa tahu jumlahnya, dan mengabaikan titik nyasar. Jelaskan mengapa DBSCAN cocok, parameter apa yang dipilih, dan bagaimana menentukannya.